ANTIHISTAMIN


ANTIHISTAMIN
I.Pengertian Histamin

               Histamin adalah senyawa normal yang ada dalam jaringan tubuh, yaitu pada jaringan sel mast dan peredaran basofil yang berperan dalam fisiologis tubuh. Histamin dikeluarkan dari tempat pengikatan ion pada kompleks heparin-protein dalam sel mast sebagai hasil reaksi antigen-antibodi, bila ada rangsangan senyawa alergen. Senyawa allergen berupa debu, spora, racun, cuaca, detergen, makanan dan beberapa turunan amin. Histamin cepat di metabolisis melalui reaksi oksidasi, N-metilasi, dan asetilasi.
                  

Menurut Siswandono dan Soekardjo (2000) Histamin menimbulkan efek yang bervariasi pada beberapa organ, antara lain yaitu:
1.      Vasodilatasi kepiler sehingga permeable terhadap cairan dan plasma protein sehingga menyebabkan sembab, rasa gatal, dermatitis, dan urtikaria.
2.      Merangsang sekresi asam lambung sehingga menyebabkan tukak lambung
3.      Meningkatkan sekresi kelenjar
4.      Meningkatkan kontraksi otot polos bronkus dan usus
5.      Mempercepat kerja jantung
6.      Menghambat kontraksi uterus
Efek diatas pada umumnya merupakan fenomena alergi dan pada keadaan tertentu kadang-kadang menyebabkan syok anafilaksis yang dapat berakibat fatal. Mediator reaksi hipersensitivitas adalah antibodi IgE yang terikat pada sel sasaran, yaitu basofil, platelet, dan sel mast. Sel sasaran tersebut dapat melepaskan mediator kimia, serotonin, bradikinin, heparin, asetilkolin.

II. Fungsinya
-Memiliki peran utama dalam proses peradangan dan pada system daya tangkis,
-Kerjanya berlangsung melalui tiga reseptor H1, H2. H3

III. Mekanisme Kerja  
Histamin dapat menimbulkan efek bila berinteraksi dengan reseptor histaminergik, yaitu H1, H2, H3 Interaksi histamine dengan reseptor H1 menyebabkan kontraksi otot polos usus dan bronki, meningkatkan permeabilitas vascular dan meningkatkan sekresi mucus, yang dihubungkan dengan peningkatan cGMP sel. Interaksi dengan reseptor H1 juga menyebabkan vasodilatasi arteri sehingga permeable terhadap cairan dan plasma protein menyebabkan sembab, pruritik,  dermatitis dan urtikaria. Efek ini di blok oleh antagonis H1.
            Interaksi Histamin dengan resptor H2 dapat meningkatka selresi asam lambung dan kecepatan kerja jantung. Produksi asam lambungdisebabkan penurunan cGMP dalam sel dan peningkatan cAMP. Peningkatan sekresi asam lambung dapat menyebabkan tukak lambung. Efek ini diblok oleh antagonis H2.
            Reseptor H3 adalah reseptor histamine yang terletak pada ujung saraf aringan otak dan jaringan perifer, yang mengontrol sintesis dan pelepasan histamine, mediator alergi lain dan peradangan. Efek ini di blok oleh antagonis H3.
IV. Antihistamin
            Antihistamin dalah obat yang dapat mengurangi atau menghilangkan kerja histamine didalam tubuh melalui mekanisme penghambatan bersaing pada sisi reseptor H1, H2, H3.
·         Pembagiannya:
1.H1-Bloker(Antihistamin klasik)
Generasi 1: Prometazin, oksomemazin,tripennamin, difenhidramin, meklizin,
Generasi 2: Astemizol, terfenadine,fexofenadine. Levoxetirizine, loratadine

2. H-2 Bloker(Penghambat asam)
Ranitidin, simetidin,femotidin,nizatidin, roksatidin.

V. Mekanisme kerja antihistamin
Prosesnya bermulasaat ada antigenmasuk kedalam tubuh,
-Bagi individu yang hipersensutive sel mast akan dikelilingi oleh IgE
-IgE antibody akan mengikat antigen yang kemudian sel mast akan  mengalami degranulai sehingga histamine, serotonin, bradikinin, dan asam arachnoid akan diubah menjadi prostaglandin, Hal ini akan menarik perhatian makrofag sehingga mengakibatkan kerusakan pada jaringan tubuh manusia.
- Kerja antihistamin pada saat pelepasan histamine pada sel mast, sehingga histamine tidak bias memberikan efen brnco kontriksi, vasodilatasi dan pembengkakan.

VI. Kontraindikasi
-          Beberapa obat antihistamin sangat tidak disarankan pada wanita hamil. Obat antihistamin yang masih diperbolehkan adalah sinarizin,mebhidrolin, dan siproheptadin.yang kemungkinan masuk kedalam tubuh melalui air susu adalah terfeadin, setirizin dan loratazin.
-          Pada kasus glaucoma

VII. Efek samping
-          Efek sedative
-          Efek sentral (pusing, gelisah letih, lesu dan tremor)
-          Gejala mual dan muntah
-          Efek antikolenergis(mulut kering, gangguan akomodasi saluran cerna sembelit, dan retensi urin)
-          Efek antiserotonin meningkatkan nafsu makan


Berikut Video antihistamin


Permasalahan
1.      Histamin adalah suatu senyawa yang ada di dalam tubuh ketika kondisi tubuh dihadangkan oleh antigen dan bentuk responnya berupa alergi. Mengapa obat antihistamin hanya dapat berperan untuk bersaing dengan histamine tetapi tidak dapat menghilangkan histamine?
2.      Bagaimana peran obat antihistamin antara antagonis H1 dan H2 dimana penderita mengalami kondisi yang bersamaan yaitu tukak lambung dan memakan telur akibatnya timbul alergi?


DAFTAR PUSTAKA
Siswandono dan Soekardjo. 2000. Kimia medisinal edisi 2. Airlangga university press: Surabaya.
Ganiswara, S.G. 1995.Farmakologi dan Terapi edisi 4. Jakarta: Universitas Indonesia press.







Comments

  1. Saya akan mencoba menjawab permasalahan no 1.
    Menurut literatur yang saya baca, hitamin adalah zat kimiawi yg ada di dalam tubuh sebagai bentuk reaksi tubuh jika alergi datang. Efek dari antihistamin sendiri itu bukan suatu reaksi antigen antibodi karena tidak dapat menetralkan atau mengubah efek histamin yang sudah terjadi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Berarti, itu semua efek reaksi sistem tubuh kita, yang tidak bisa kta hilang total. Jika dihilangkan pertahanan antihistamin tidak ada jadinya ya mip?

      Delete
  2. Assalamualaikum kak,maaf kak mau bertanya, apakah obat antihistamin bisa dipadukan dengan obat lain? Misalnya akibat efek samping dr obat antihistamin yg di konsumsi,maka ditmbhkan obt yg bs menanggulangi efek samping tersebut🙏trima kasih kak

    ReplyDelete
    Replies
    1. waa'laikumussalam. menurut saya tidak perlu. Contoh, obat CTM akan menimbulkan efek rasa kantuk, nah. CTM merupakan obat untuk menangani bersin, gatal dan lain-lain. sehingga, saat diperlukan untuk kita istrirahatkan tubuh kita, oleh karena itu efek sampingnya rasa kantuk. Jadi, tidak perlu kombinasi untuk obat antihistamin. Bagaimana?

      Delete
    2. Bener jg kak,baik bs diterima🙏terimah kasih kak

      Delete
  3. 1. Anti histamin. Jika kita telusuri, histamin adalah suatu senyawa yang dikeluarkan untuk beradaptasi, diaman respon tubuhnya berupa alergi.
    karena histamin zat kimiawi yg ada di dalam tubuh sebagai bentuk reaksi tubuh, sehingga tidak dapat dihilangkan begitu saja.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, berarti histamin tak dapat dihilangkan, karena substansinya demikian. respon tubuh sebagai jawaban pertahanan dari tubuh dengan menghasilkan histamin dan timbullah efek dari histamin seperti gatal-gatal, berarti itu respon tubuh kita dari kerja sistem pertahanan tubuh kita.

      Delete
  4. Assalamualaikum, saya akan mencoba menjawab no 2.Nah, obat H1 untuk alergen bisa diminum setelah makan. sedangkan H2 sebelum makan. Hal, tersebut dapat kita tinjau H1 merupakan obat antihistamin sebagai pereda gatal-gatal, disanalah peran obatnya, seperti CTM. dan untuk obat H2 seperti obat tukak lambung disana pula perannya sebagai pereda nyeri iritasi tukak lambung.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Berarti dikombinasi tidak bermasalah, tetapi ada rentang waktunya. terima kasih yoli buat jawabannya.

      Delete
  5. Saya akan mencoba menjawab no. 2. Antihistamin adalah kelompok obat-obatan yang digunakan untuk mengobati reaksi alergi, Antihistamin yang menarget reseptor histamin H1 digunakan untuk mengobati reaksi alergi di hidung (misalnya, gatal, pilek, dan bersin) serta untuk insomnia. Mereka kadang-kadang juga digunakan untuk mengobati penyakit gerakan atau vertigo yang disebabkan oleh masalah dengan telinga bagian dalam. Antihistamin yang menarget reseptor histamin H2 digunakan untuk mengobati kondisi asam lambung (misalnya, ulkus peptikum dan refluks asam). Antihistamin-H1 bekerja dengan mengikat pada reseptor histamin H1 dalam sel mast, otot polos, dan endotelium di dalam tubuh serta di inti tuberomammillar di otak; antihistamin-H2 yang terikat pada reseptor histamin H2 di saluran pencernaan bagian atas, utamanya di lambung.
    Semoga membantu��

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih oda jawabannya. Berarti erat ternyata ya kerja dari obat anhistamin tersebut. paham maksudnya akhirnya. :)

      Delete
  6. Saya mencoba menjawab no 2.Histamin menghasilkan peningkatan permeabilitas pembuluh darah, menyebabkan cairan untuk keluar dari kapiler ke jaringan, yang mengarah ke gejala klasik dari reaksi alergi — hidung dan mata berair. Histamin juga mempromosikan angiogenesis.

    Antihistamin menekan respon wheal yang diinduksi-histamin (pembengkakan) dan vasodilasi dengan menghalangi pengikatan histamin ke reseptornya atau mengurangi aktivitas reseptor histamin pada saraf, otot polos vaskular, sel kelenjar, endotelium, dan sel mast.

    Gatal, bersin, dan respon inflamasi ditekan oleh antihistamin yang bekerja pada reseptor h1.nah, disini peran untuk obat H1, Sedangkan H2,antihistamin-H2 yang terikat pada reseptor histamin H2 di saluran pencernaan bagian atas, utamanya di lambung.

    ReplyDelete
  7. Tulisannya sangat bagus, perlu ditambahkan klasifikasi lainnya karena antihistamine terdapat 4 golongan, berbeda efek sedasi yang ditimbulkan(bahkan ada yang tidak berefek sedasi). AH1 dan AH2 punya target site yang berbeda, mudahnya histamin akan terikat dengan reseptor H2 sehingga akan memicu sekresi asam. Jika dihambat, bisa diperkirakan apa yg terjadi ya? Hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih bg, untuk sarannya, kedepannya nurul coba perbaiki. Nurul mencoba menjawab bang. Jika dihambat produksi asam untuk histamin yang seharusnya berikatan maka, produksi asam pada lambung tentunya berkurang tentunya. Kemudian, menurut literatur yang nurul baca, hal ini menandakan penurunan konsentrasi cAMP menyebabkan aktivasi protein kinase oleh gastrin dan asetikolin.

      Delete
  8. Assalamualaikum nurul zhikra kk mau nnya ni contoh obat antihistamin apa ya thanks you

    ReplyDelete
    Replies
    1. waa'laikumussalam. Contoh-contohnya kak, yang sering kita dengar dan familiar adalah CTM. Chlorpheniramine atau CTM adalah obat yang digunakan untuk meredakan gejala alergi yang disebabkan oleh makanan, obat-obatan, gigitan serangga, paparan debu atau bulu binatang, serta alergi serbuk sari.

      Obat ini bekerja dengan cara menghambat kerja histamin, senyawa di dalam tubuh yang memicu terjadinya gejala alergi. Saat alergi terjadi, produksi histamin dalam tubuh meningkat secara berlebihan sehingga memunculkan gejala dari reaksi alergi.

      Delete
  9. Saya mau tanya apa pengaruh yang timbul jika antihistamin digunakan dalam jangka panjang ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Dita terima kasih telah berkunjung ke blog nurul. Pengaruhnya jika antihistamin dikonsumsi jangka panjang. Macam-macam yang ditimbulkan, tergantung obatnya.
      Contohnya, Cetirizine Sebuah studi kecil dari San Martino Hospital Italy, yang diterbitkan dalam jurnal European Annals of Allergy and Clinical Immunology, melaporkan bahwa terapi obat cetirizine yang dilakukan setiap hari selama tiga tahun dapat mengurangi gejala alergi, penggunaan obat alergi resep, dan pengembangan sensitivitas alergen baru pada anak-anak yang monosensitized (sensitif terhadap satu alergen saja).

      Efek samping cetirizine dari penggunaan jangka panjang dilaporkan tidak memengaruhi perilaku atau proses belajar pada anak-anak yang memiliki eksim atopik.

      Nah, demikian penjelasannya Dita.

      Delete
  10. Assalamualaikum kak, saya mau bertnya, bagaimana mengatasi ulkus yang merupakan sekresi asam berlebihan di dalam tubuh?

    ReplyDelete
    Replies
    1. waa'laikumussalam, nurul mencoba menjawab. Berikut cara mengatasi ulkus non farmakologis:

      Jangan merokok.
      Hindari obat-obatan anti inflamasi seperti aspirin dan ibuprofen.
      Hindari kafein dan alkohol (atau gunakan dalam jumlah sedikit pada perut yang terisi).
      Hindari makanan apabila menyebabkan rasa terbakar di dada.

      tetapi, untuk farmakologisnya,
      Ulkus yang disebabkan oleh bakteri H. pylori biasanya diatasi dengan kombinasi obat-obatan:

      Biasanya 2 antibiotik untuk membunuh bakteri H. pylori diminum setiap hari selama 2 minggu.
      Antasida – acid blockers atau proton pump inhibitors – diberikan selama 2 bulan lebih untuk mengurangi kadar asam pada lambung dan membantu melindungi lapisan lambung agar ulkus dapat pulih.

      Delete
  11. Terimakasih artikelnya sangat bermanfaat, mau bertanya, bagaimana sih mekanisme kerja antihistamin dalam mengatasi alergi?

    ReplyDelete
  12. Terima kasih kak mega, nurul mencoba menjawab kakak. Antihistamin bekerja dengan cara memblokir zat histamin yang diproduksi tubuh. Zat histamin, pada dasarnya berfungsi melawan virus atau bakteri yang masuk ke tubuh. Ketika histamin melakukan perlawanan, tubuh akan mengalami peradangan. Namun pada orang yang mengalami alergi, kinerja histamin menjadi kacau karena zat kimia ini tidak lagi bisa membedakan objek yang berbahaya dan objek yang tidak berbahaya bagi tubuh, misalnya debu, bulu binatang, atau makanan. Alhasil, tubuh tetap mengalami peradangan atau reaksi alergi ketika objek tidak berbahaya itu masuk ke tubuh.

    ReplyDelete
  13. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  14. Apa pengertian dan perbedaan mengenai antihistamin generasi 1 dengan generasi 2?

    ReplyDelete
  15. Mencoba Jawab no. 1 Histamin adalah zat kimia yang diproduksi oleh sel-sel di dalam tubuh ketika mengalami reaksi alergi atau infeksi. Namun jika diproduksi secara berlebihan, histamin bisa menyebabkan masalah dan mengganggu beberapa fungsi tubuh. Sehingga histamin tak dapat dihilangkan dari tubuh

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

HEMATOLOGI